IHSG Rontok 8% Hari Ini : Reaksi Terhadap Ketidakpastian & Hikmah Dibaliknya

Pagi Yang Indah, Lalu……

Seperti biasanya, pagi ini saya memulai rutinitas pekerjaan dengan membuat kopi dan membuka laptop. Yang pertama dilakukan adalah membuka akun sekuritas dan melihat screening saham yang sudah saya buat. Siapa tahu ada 1 saham yang masuk screening dan memerlukan analisa lebih lanjut. Apakah emiten ini peluang investasi yang bagus.

Siapa sangka hari ini saya dikejutkan dengan layar IHSG, jam 09.05 pagi, grafik IHSG turun 6%. Apa yang sedang terjadi. Saya yakin pembaca yang melihat IHSG hari ini langsung terhenyak. Dan seperti saya, pembaca juga akan langsung mencari tahu apa yang sedang terjadi. Sepertinya kemarin dunia baik-baik saja. Pagi ini pun tidak ada berita yang menghebohkan, yang tanpa kita cari tahu tapi sampai ke telinga kita, entah dari istri, tetangga, maupun teman-teman di grup WA.

Setahu saya, cara yang paling cepat untuk mencari tahu penyebab kejadian heboh seperti ini ya dengan membuka Stockbit. Sekali lihat saja, baca sekilas, saya langsung tahu kalau penyebab IHSG ambruk adalah ulah MSCI (Morgan Stanley Capital International). Mereka membuat pengumuman yang “mengguncang” pasar.

Saya tidak ingin membahas lebih lanjut tentang pengumuman MSCI. Saya yakin pembaca yang sudah lama malang melintang di dunia persahaman sudah paham pengumuman apa yang dibuat MSCI dan kenapa membuat IHSG rontok.

Saya ingin membahas beberapa hal yang menjadi hikmah dari penurunan IHSG pagi ini.

Dana Asing Masih Sangat Berpengaruh di Indonesia

Kejadian awal penurunan harga saham tadi pagi karena masifnya penjualan saham-saham blue chip. Rontoknya saham-saham besar otomatis meruntuhkan IHSG karena mereka diboboti lebih oleh bursa kita. Setelah asing ketauan berbondong-bondong menjual saham blue chip, investor lokal (termasuk ritel) ikut panik. Investor lokal mulai menjual blue chip. Kepanikan menjalar, tidak hanya blue chip yang dijual, tapi juga saham gorengan benar-benar dilempar, seperti kita melempar gorengan basi ke tempat sampah.

Banyak pihak yang mengatakan, termasuk beberapa orang pejabat di otoritas bursa, bahwa pasar modal kita mulai independen, tidak lagi tergantung sama dana asing. Lihat saja IHSG naik karena transaksi investor retail yang meningkat.

Yap, transaksi memang meningkat, tapi rapuh. Banyak saham dengan fundamental biasa saja tapi harganya bisa naik ratusan persen. Bayangkan, ada emiten dengan ekuitas bersih 757 milyar tapi market cap-nya 106 trilyun. PBV nya 140 kali lipat. Ini sama saja kita beli gerobak bakso yang biasanya 10 juta rupiah jadi 1,4 milyar rupiah.

Malah ngelantur ngomongin gerobak bakso ya, hehe….

Ok, kembali ke dana asing. Reaksi investor asing terhadap pengumuman MSCI yang memicu investor lokal untuk bergerak membuktikan bahwa pasar modal kita masih rentan dipengaruhi dana asing. Deja vu, seperti penurunan IHSG ketika krisis subprime mortgage di USA. IHSG rontok karena dana asing serentak keluar dari pasar modal kita.

Ini Bukan Krisis Ekonomi, Ini Reaksi Terhadap Ketidakpastian, Mungkin Ketidakpercayaan Terhadap Pasar Modal Kita

Apa yang bisa kita simpulkan dari pengumuman MSCI. Yang saya baca adalah, MSCI tidak percaya dengan transparansi pasar modal kita terkait free float dan data kepemilikan saham.

Saya ulangi, benang merahnya adalah ketidakpercayaan terhadap sistem. Mereka secara tidak langsung mengatakan : “Gua gak percaya data lu bener. Tolong perbaiki. Sementara ini saham-sahamnya tidak kita review ya.”

Karena gak di-review, dana asing yang biasanya pakai data MSCI sebagai panduan sekarang kayak orang jalan di kegelapan gak pegang senter. Senternya dimatiin sama MSCI. Orang yang gak pake data MSCI juga terpengaruh dong. MSCI lembaga kredibel, kalau dia ragu mungkin memang ada sesuatu ya.

Mengingatkan Saya Akan Pentingnya Kerangka Kerja

Situasi seperti hari ini akan terus berulang. Dengan judul yang sama : ‘Rontoknya IHSG”, tapi dengan penyebab yang berbeda-beda. Dalam kondisi seperti ini, akan terlihat perbedaan antara investor yang memiliki kerangka kerja yang jelas dengan investor yang tidak punya pegangan.

Investor yang punya kerangka kerja, pasti akan kembali ke kerangka kerja untuk mengambil sikap atas yang terjadi hari ini. Bagi yang tidak punya, akan kebingungan dan mengalami stres yang cukup tinggi sampai jam penutupan nanti. Bahkan mungkin akan berlanjut sampai malam hari. Mempengaruhi kualitas tidurnya.

Jangan Terjebak Dengan Harga Saham, Fokus Dengan Emiten

Coba tanya ke diri sendiri, kalau pembaca punya saham Indofood. Apa pengaruhnya pengumuman MSCI terhadap perusahaan. Apa pengumuman MSCI bikin penjualan Indomie menurun. Apa pengumuman MSCI bikin keuntungan perusahaan menurun. Kalau jawabannya tidak, berarti pengumuman MSCI hanya mempengaruhi harga saham Indofood, tidak mempengaruhi kualitas perusahaan. Harga saham turun, kualitas tetap sama.

Kalau sudut pandang ini sudah “clear” buat pembaca, apa respon yang mungkin diambil. Buat yang punya saham Indofood ya gak usah jual sahamnya, apalagi jual rugi. Kalau punya uang mungkin bisa tambah muatan, bisa hari ini, atau mau menunggu dulu siapa tahu besok turun lagi. Jadi nuansa batinnya itu dorongan untuk membeli, bukan malah menjual. Kecuali kalau memang dihati yang paling dalam sudah tahu kalau saham Indofood itu secara historis memang udah kemahalan. Kalau ini lain lagi ceritanya. Berarti dia secara sadar tahu beli saham kemahalan. Lha koq beli, bisa jadi karena ikut-ikutan pasar. Atau karena keserakahan.

Ini-kan Blog Crisis Investing, Jadi Kejadian Hari Ini Termasuk Krisis Atau Bukan

Kejadian hari ini adalah krisis kepercayaan terhadap pasar modal kita yang menimbulkan ketidakpastian pasar. Tidak berpengaruh terhadap kualitas emiten.

Sebaiknya Hold atau Jual

Saya tidak bisa memberikan rekomendasi karena setiap orang punya kerangka kerja yang berbeda. Yang bisa saya katakan adalah kembali ke kerangka kerja kita. Kalau dia benar kita akan profit besar, kalau dia salah jadi kesempatan besar untuk menyempurnakan kerangka kerja.

Update Pasar Jam 14.00 WIB

Saya tengok update IHSG. Ada suspensi rupanya. Trading Halt diberlakukan. IHSG sudah rontok 8%.

Bagaimana Esok Hari, Apakah IHSG Akan Turun Kembali

Ini pertanyaan mudah. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari.

Satu hal yang saya tahu pasti. Selama kita punya kerangka kerja yang sudah teruji oleh waktu, apapun yang terjadi dengan harga saham, akan menguntungkan kita. Baik harga sahamnya turun maupun naik…

Update Terakhir

Penutupan pasar : IHSG turun 7,35%

Saya sengaja menunggu upload tulisan ini setelah pasar tutup. Agar tidak menjadi “kompor” untuk mengambil sebuah keputusan. Agar pembaca rehat sejenak dan berpikir dengan jernih. Dan kembali ke kerangka kerja yang sudah dibuat.

Copyright © 2026 Heri Danu