Pagi ini, ketika perdagangan dibuka, IHSG langsung meluncur seperti hari kemarin. Baru setengah jam perdagangan, IHSG sudah jatuh 8%. Trading halt diberlakukan kembali. Dua hari berturut-turut trading halt terjadi. Saya langsung teringat kejadian 6 tahun yang lalu ketika virus Covid terkonfirmasi masuk pertama kali ke Indonesia. Dari tanggal 3 Maret 2020 sampai 24 Maret 2020, IHSG meluncur berhari-hari. Awan gelap seolah tidak mau pergi bahkan bertambah lapisan setiap hari. Banyak ketidakpastian yang muncul setiap pagi.
Sampai Berapa Lama Penurunan Akan Berlangsung
Pertanyaan saya pagi ini, mungkin juga pertanyaan sama yang ada di benak pembaca. Sampai berapa hari penurunan terus berlanjut. Ini pertanyaan klise, tapi jawabannya juga klise. Jawabannya : tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan hari esok. Ketika awal krisis Covid, IHSG turun selama 20 hari berturut-turut. Bagaimana dengan sekarang. Saya tidak tahu.
Berakhirnya penurunan berkaitan erat dengan penyebab penurunan. Ketika krisis Covid, penurunan IHSG karena ketakutan pasar akan dampak krisis yang bisa menghantam perekonomian. Dan kekhawatiran itu memang terjadi. Coba pembaca lihat urutannya, penyebaran virus membuat ekonomi dunia mandek. Ada 2 hal disini, sebab utama berupa penyebaran virus. Sebab kedua karena kekuatiran mandeknya ekonomi dunia.
Berhentinya penurunan IHSG pada 24 Maret 2020 karena adanya stimulus dari The Fed. Stimulus-nya tidak main-main. Jumlahnya sangat besar. Bahkan suku bunga secara cepat dibuat menjadi nol persen. Walaupun masalah utamanya, penyebaran virus, belum jelas cara mengatasinya, stimulus The Fed membuat tren penurunan IHSG terhenti.
Bulan November 2020, secara bersamaan beberapa perusahaan mengumumkan telah berhasil membuat vaksin Covid. Sejak saat itu IHSG beserta seluruh bursa dunia naik kembali bahkan akhirnya melebihi angka sebelum Covid.
Apa pelajaran yang bisa kita petik dari krisis Covid tersebut untuk menjawab berapa lama penurunan IHSG saat ini akan terus berlangsung. Pertama kita harus mencari penyebab utama penurunan. Kita tahu penyebab awalnya karena keputusan MSCI. Step berikutnya, dana asing kehilangan pegangan berinvestasi dan memilih lari dari pasar modal Indonesia.
Pemerintah dan otoritas bursa sudah paham akan hal ini. Otoritas bursa sudah tahu sejak awal concern MSCI akan masalah free float, karena mereka juga diberitahu dan diajak diskusi. Mungkin yang luput dari pemikiran petinggi bursa adalah dahsyatnya efek dari keputusan MSCI tersebut. Nasi sudah jadi bubur.
Kembali ke pertanyaan awal. Kapan penurunan IHSG akan berhenti. Jawabannya ketika laju keluar dana asing sudah berhenti. Dan ini bisa terjadi karena 3 hal :
- Investor asing percaya bahwa regulator bursa akan melakukan perbaikan
- Semua investor yang terpengaruh oleh keputusan MSCI sudah keluar, menyisakan investor asing yang masih ingin stay di pasar modal Indonesia
- MSCI membuat pengumuman baru yang mendukung langkah Indonesia melakukan perbaikan
Kita sebagai investor retail hanya bisa menunggu episode selanjutnya. Skenario mana yang nanti akan terjadi, dan kapan terjadinya.
Saham Berpotensi Mulai Bermunculan
Kemarin, dengan penurunan yang begitu masif, saya mencoba melihat-lihat saham incaran. Apakah harganya sudah turun cukup dalam dan masuk target harga beli. Jawabannya tidak ada satupun saham yang saya temukan. Kenapa bisa begitu, karena penurunan IHSG kemarin hanya membuat saham-saham sebagian besar kembali ke level harga 2-3 bulan yang lalu. Sementara kita tahu 2 bulan belakangan ini IHSG memang sedang reli bullish. Jadi saya tidak melakukan pembelian saham baru. Saya hanya membeli saham yang memang sudah ada di portofolio dan posisinya sedang minus. Saya sedikit melakukan average down.
Pagi ini berbeda situasinya, selama setengah jam setelah pasar dibuka, beberapa yang memang ada di screening saya masuk ke target harga beli. Sayang malah keburu trading halt. Hehe… Jadi saya memanfaatkan waktu untuk menganalisa lagi saham yang sudah masuk target beli.
Kabar baiknya, penurunan tajam IHSG dalam dua hari ini murni karena faktor eksternal yang tidak ada hubungannya dengan fundamental emiten. Jadi, saya tidak capek-capek lagi ngecek tabel-tabel hasil olahan laporan keuangan yang sudah saya buat. Fokus ke harga saja. Sambil melihat apakah ada saham baru masuk screening yang belum pernah saya analisa.
Jika penurunan terus berlanjut, esok hari saya akan menulis artikel tentang cara menyaring saham di saat krisis seperti ini.
Update Terbaru Jam 14.30:
Tulisan ini selesai sebelum jam istirahat perdagangan. Setelah jeda, IHSG berangsur pulih dari -8% pagi tadi menjadi -1,4%. Karena tulisannya sudah terlanjur jadi, ya tetap saya posting saja. Buat memori tertulis di masa depan.
Update Penutupan :
IHSG -1.06%