Benjamin Graham – Bapak Value Investing

Kalau berbicara siapa tokoh-tokoh value investor di dunia, kurang pas kalau tidak menyebut nama Benjamin Graham di urutan pertama. Karena beliau yang mengenalkan konsep value investing melalui buku The Intelligent Investor.

Benjamin Graham lahir tahun 1894 di London, hijrah ke Amerika Serikat satu tahun setelahnya. Ia mulai berinvestasi di umur 29 tahun dengan membentuk firma investasi bersama beberapa teman. Beberapa kali membubarkan dan membentuk firma investasi, Benjamin Graham terakhir membentuk Graham-Newman Corporation.

Di firma Graham-Newman ini dia memiliki segelintir karyawan yang di kemudian hari menjadi orang-orang super kaya. Mereka menjalankan kemitraan investasi sendiri setelah Graham-Newman dibubarkan tahun 1956. Mereka menjadi sangat kaya dengan mempraktikkan prinsip-prinsip investasi yang dilakukan oleh Benjamin Graham. Siapa saja mereka? Salah satunya adalah Warren Buffet, yang selalu masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Benjamin Graham sangat murah hati. Pada tahun 1949 dia membagikan prinsip investasi yang dipelajari dan dipraktikkan selama bertahun-tahun. Prinsip-prinsip tersebut dituangkan dalam sebuah buku, The Intelligent Investor. Ajaran-ajaran dalam buku ini yang kemudian disebut sebagai metode value investing.

Metode value investing dibangun diatas 2 prinsip penting, yang disebut Graham sebagai “Mr.market” dan “margin of safety”. Lain kali akan saya bahas dengan detail 2 prinsip ini.

Benjamin Graham tidak seperti investor pada umumnya yang murni mengejar kekayaan dari pasar modal. Dia menganggap investasi tidak melulu soal mendapat banyak uang, tapi juga sebagai kegiatan intelektual. Bagaimana menganalisis sebuah perusahaan dan memilih saham dengan alasan-alasan yang logis.

Benjamin Graham tidak hanya aktif di Graham-Newman Corporation, untuk memuaskan jiwa intelektualnya dia mengajar analisis sekuritas di Columbia University. Kelak murid-muridnya sangat sukses berinvestasi di pasar modal. Murid terbaiknya adalah Warren Buffet. Satu-satunya yang mendapat nilai A+ dari Benjamin Graham dan kemudian diterima menjadi karyawan di Graham-Newman Corporation.

Pada tahun 1956, di umur 62 tahun Graham merasa ingin mengembangkan minatnya di bidang lain dan berniat pensiun dari dunia investasi. Akhirnya Graham-Newman dibubarkan. Para pemilik dana dipersilahkan mengalihkan dananya ke orang lain. Karena merasa sudah puas dengan kinerja investasi ala Benjamin Graham, mereka mengalihkan dananya ke murid-murid dan karyawan Graham, salah satunya Warren Buffet.

Benjamin Graham meninggal tahun 1976 di usia 82 tahun. Dia telah membagikan sebuah ilmu yang begitu menginspirasi banyak orang hingga hari ini. Dua bukunya, The Intelligent Investor dan Security Analysis, masih dicetak ulang selama puluhan tahun. Menjadi pedoman begitu banyak investor di dunia. Dari investor individual sampai manager investasi di perusahaan besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *